Disinyalir Pengawasan Konsultan Lemah, Proyek Revitalisasi PAUD di Tasikmalaya Jadi Sorotan


Tasikmalaya – Pelaksanaan proyek revitalisasi di KB AS Syifa Al-Khoeriyah, Desa Kaputihan, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026, menjadi sorotan setelah diduga terdapat sejumlah kejanggalan dalam proses pengerjaannya.
‎Program revitalisasi yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp714.322.000 dan dilaksanakan secara swakelola melalui P2SP.
‎Pada Sabtu (1/8/2026), saat melakukan kegiatan kontrol sosial di lokasi pembangunan ruang kelas baru, tim menemukan dugaan pemasangan material konstruksi, khususnya pembesian, yang dinilai tidak sesuai dengan standar teknis.
‎Ketua pelaksana lapangan berinisial A menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan mengacu pada gambar kerja dan arahan dari pihak yang berwenang.
‎"Kami mengerjakan sesuai gambar yang ada. Penentuan titik pemasangan tiang berdasarkan arahan konsultan, meski saat ini konsultan tidak berada di lokasi.
‎ Material yang digunakan juga atas arahan kepala sekolah berinisial E. Kami hanya menjalankan pekerjaan. Untuk hal-hal teknis maupun pengadaan material, silakan konfirmasi kepada pihak yang bersangkutan," ujarnya.
‎Keterangan tersebut menunjukkan bahwa para pekerja hanya menjalankan instruksi yang diberikan oleh pihak pelaksana teknis maupun sekolah.
‎Di sisi lain, hasil pantauan di lapangan juga memunculkan dugaan minimnya pengawasan dari konsultan selama proses pembangunan berlangsung. Selain itu, para pekerja disebut tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sebagaimana standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
‎Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas hasil pekerjaan, terlebih lokasi pembangunan berada di kawasan dengan kondisi tanah yang dinilai labil. Apabila proses pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, dikhawatirkan dapat berdampak pada keamanan bangunan di masa mendatang.
‎Atas dasar itu, sejumlah pihak meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melakukan audit menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek revitalisasi KB AS Syifa Al-Khoeriyah, baik dari aspek teknis, kualitas pekerjaan, penggunaan anggaran, maupun pengawasan di lapangan.
‎Hingga berita ini disusun, pihak konsultan maupun kepala sekolah yang disebut dalam keterangan pekerja belum memberikan tanggapan atau klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut. Media masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.
‎A. Firmansyah

Posting Komentar

0 Komentar