Karawang – Kepala Desa Karyamakmur, Kecamatan Batujaya, Hartasim, menyoroti belum adanya pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah yang dipimpinnya. Padahal, Desa Karyamakmur merupakan salah satu desa di Kecamatan Batujaya yang memiliki jumlah lembaga pendidikan dan peserta didik cukup besar.
Menurut Hartasim, hingga kini belum terdapat satu pun dapur MBG yang dibangun di Desa Karyamakmur. Kondisi tersebut, kata dia, memunculkan pertanyaan dari masyarakat terkait pelaksanaan program MBG di wilayahnya.
"Di Desa Karyamakmur sampai sekarang belum ada dapur MBG. Masyarakat juga belum mengetahui keberadaan bangunan MBG maupun koperasi desa yang berkaitan dengan program tersebut," ujar Hartasim.
Ia berharap pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) dapat segera merealisasikan pembangunan dapur MBG di Desa Karyamakmur. Menurutnya, keberadaan dapur MBG di desa tersebut akan mempermudah proses distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat, khususnya peserta didik.
"Kami sangat berharap pemerintah melalui BGN segera membangun dapur MBG di Desa Karyamakmur. Dengan begitu masyarakat mengetahui keberadaan program tersebut, dan distribusi makanan bergizi dapat dilakukan lebih dekat, cepat, serta efektif," katanya.
Hartasim juga mengaku belum mengetahui dari dapur MBG mana sekolah-sekolah di Desa Karyamakmur memperoleh layanan program tersebut.
Bahkan, menurutnya, Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di wilayahnya juga belum menerima manfaat program MBG sebagaimana informasi yang berkembang bahwa sasaran program turut mencakup layanan kesehatan masyarakat.
Ia menjelaskan, Desa Karyamakmur memiliki sedikitnya 11 lembaga pendidikan, baik negeri maupun swasta, dengan jumlah peserta didik mencapai ribuan orang. Sekolah-sekolah tersebut di antaranya SMKN Batujaya, SMK Islam Minhajul Falah, SMP Pelita Nusantara, SMP Islam Minhajul Falah, SMP Islam Darul Hufadz, SMP dan SMA Pelita Nusantara, SD Negeri Karyamakmur 1, SD Negeri Karyamakmur 2, SD Negeri Karyamakmur 3, SD Islam Darul Hufadz, serta Madrasah Ibtidaiyah Minhajul Falah.
Dengan banyaknya satuan pendidikan tersebut, Hartasim menilai Desa Karyamakmur layak menjadi salah satu lokasi pembangunan dapur MBG. Menurutnya, keberadaan dapur di desa setempat akan membuat distribusi makanan bergizi lebih efisien, tepat waktu, dan mampu menjangkau seluruh peserta didik yang menjadi sasaran program.
"Kami berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap Desa Karyamakmur. Dengan jumlah sekolah dan murid yang cukup banyak, sudah semestinya desa ini dipertimbangkan untuk memiliki dapur MBG sendiri sehingga pelayanan kepada para siswa dapat berjalan lebih optimal," tuturnya.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik serta kelompok sasaran lainnya. Keberadaan dapur MBG menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran penyediaan dan distribusi makanan bergizi sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai alasan belum dibangunnya dapur MBG di Desa Karyamakmur maupun mekanisme penyaluran layanan MBG bagi sekolah-sekolah di wilayah tersebut. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak Badan Gizi Nasional dan instansi terkait guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang.
(Karnata)
0 Komentar