Kadis Disporaparekraf Papua Selatan: Experience Papua Selatan Bangun Brand Awareness dan Buka Peluang Pariwisata Nasional


JAKARTA – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Provinsi Papua Selatan, Soleman Jampormias, menegaskan bahwa penyelenggaraan Experience Papua Selatan merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan identitas dan potensi Papua Selatan kepada masyarakat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.
‎Menurut Soleman, kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi Papua Selatan sebagai provinsi yang relatif baru untuk membangun brand awareness di tingkat nasional. Setelah empat tahun berdiri, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa Papua kini telah terbagi menjadi beberapa provinsi, termasuk Papua Selatan.
‎"Experience Papua Selatan merupakan upaya awal kami membangun brand awareness. Masih banyak masyarakat di Pulau Jawa yang menganggap Papua hanya satu wilayah, padahal kini telah memiliki beberapa provinsi. Melalui kegiatan ini kami ingin mengedukasi masyarakat sekaligus memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Papua Selatan," ujar Soleman.
‎Ia menjelaskan, promosi tersebut merupakan bagian dari strategi pemasaran pariwisata yang tidak hanya menampilkan destinasi wisata, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya, produk ekonomi kreatif, hingga potensi unggulan daerah.
‎Papua Selatan memiliki beragam produk khas yang bernilai ekonomi tinggi, di antaranya kerajinan berbahan kulit buaya seperti dompet, sepatu, dan ikat pinggang, aneka noken, ukiran khas Asmat, serta hasil pertanian dan kekayaan perikanan yang melimpah.
‎"Produk ekonomi kreatif kami sangat beragam. Selain kerajinan khas, hasil laut Papua Selatan juga memiliki potensi besar. Kami ingin membuka pasar yang lebih luas melalui promosi seperti ini sekaligus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak," jelasnya.
‎Soleman juga mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat Jakarta terhadap kehadiran Papua Selatan dalam ajang tersebut. Bahkan, pengelola Sarinah disebut telah menyampaikan ketertarikannya untuk memasarkan batik khas Merauke sebagai salah satu produk unggulan daerah.
‎"Masyarakat yang datang ke Sarinah terlihat bangga melihat Papua Selatan hadir di sini. Bahkan ada keinginan agar batik khas Merauke dapat dipasarkan di Sarinah. Ini tentu menjadi peluang yang sangat baik bagi para pelaku UMKM kami," ungkapnya.
‎Sebagai putra Maluku yang dipercaya memimpin Disporaparekraf Papua Selatan, Soleman menegaskan bahwa pengabdian tidak dibatasi oleh asal daerah, melainkan oleh komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
‎"Di mana pun Tuhan menempatkan kita, di situlah kita mengabdi dan melayani. Yang terpenting adalah bagaimana kehadiran kita mampu memberikan dampak positif, mengangkat martabat, dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat," tuturnya.
‎Dalam kesempatan tersebut, Soleman turut mengajak masyarakat Indonesia untuk mengunjungi Papua Selatan melalui berbagai agenda wisata dan budaya yang telah masuk dalam kalender nasional. Beberapa di antaranya adalah Festival Budaya Asmat yang telah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) dan dikenal hingga mancanegara, Festival Digul di Merauke, serta Festival Sejuta Rawa di Kabupaten Mappi.
‎Meski mengakui biaya transportasi udara menuju Papua Selatan masih menjadi tantangan, Soleman optimistis kondisi tersebut akan semakin membaik seiring bertambahnya rute penerbangan.
‎"Kami berharap semakin banyak maskapai yang membuka penerbangan menuju Papua Selatan sehingga harga tiket menjadi lebih terjangkau.
‎ Infrastruktur pendukung, termasuk hotel dan fasilitas wisata, juga telah tersedia dan siap menyambut wisatawan. Papua Selatan sangat siap menerima kunjungan wisatawan dari seluruh Indonesia," pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar