Karawang – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di ruas Jalan Arteri Klari–Tanjungpura, tepatnya di turunan Flyover Kepuh arah Klari, kembali menjadi sorotan masyarakat. Warga menilai kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya insiden kecelakaan yang hampir terjadi setiap hari.
Salah satu persoalan yang paling banyak dikeluhkan adalah minimnya penerangan jalan umum (PJU). Sejumlah lampu penerangan di sepanjang ruas jalan tersebut dilaporkan telah lama tidak berfungsi dan hingga kini belum mendapatkan perbaikan. Akibatnya, kondisi jalan menjadi gelap pada malam hari sehingga mengurangi jarak pandang pengendara dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Selain minimnya penerangan, kerusakan jalan berupa amblas di beberapa titik juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Perbedaan ketinggian antara permukaan jalan yang masih baik dengan bagian yang amblas kerap mengejutkan pengendara, khususnya pengendara sepeda motor, sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, hampir setiap hari terjadi kecelakaan di lokasi tersebut. Bahkan, rata-rata terdapat sekitar dua insiden kecelakaan setiap harinya yang diduga dipicu oleh kondisi jalan yang rusak serta minimnya fasilitas pendukung keselamatan.
Di tengah belum optimalnya penanganan dari pihak terkait, para pemilik warung di sepanjang jalan justru menjadi pihak yang paling sering memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan.
Mereka bersama warga sekitar secara sukarela membantu mengevakuasi korban, memberikan pertolongan awal dengan peralatan seadanya, menghubungi keluarga korban, hingga membantu mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.
"Kami hampir setiap hari melihat kecelakaan. Begitu ada korban, pengendara yang melintas dan beberapa pemilik warung langsung membantu memberikan pertolongan dengan peralatan medis seadanya sebelum korban dibawa ke rumah sakit," ujar Ahmad Afandi, salah seorang pemilik warung di sekitar lokasi.
Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mengambil langkah konkret dengan memperbaiki lampu penerangan jalan umum (PJU), menangani titik-titik jalan yang amblas, serta meningkatkan sarana keselamatan di sepanjang Jalan Arteri Klari–Tanjungpura.
Pasalnya, ruas jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sehingga percepatan penanganan dinilai sangat penting untuk menekan angka kecelakaan dan mencegah jatuhnya korban jiwa.
Warga berharap aspirasi mereka segera mendapat perhatian dari pemerintah agar Jalan Arteri Klari–Tanjungpura kembali menjadi jalur yang aman, nyaman, dan layak dilalui oleh seluruh pengguna jalan. Mereka juga meminta agar perbaikan dilakukan secepatnya sebelum kembali memakan korban.
(Karnata, Red)
0 Komentar