Isu Dugaan Intervensi Tender Proyek di BARJAS Ramai Dibahas di Media Sosial


KARAWANG, 2 Agustus 2026 – Sebuah unggahan yang beredar di media sosial memunculkan dugaan adanya intervensi dalam proses lelang tender proyek di lingkungan BARJAS. Dalam unggahan tersebut disebutkan adanya sosok yang dijuluki "Mr Presiden BARJAS" yang diduga memiliki pengaruh terhadap proses lelang melalui Kelompok Kerja (POKJA).

Unggahan itu mengklaim bahwa sosok tersebut bukan merupakan Bupati, Wakil Bupati, maupun Sekretaris Daerah, namun disebut memiliki pengaruh yang cukup besar dalam proses pengadaan barang dan jasa. Bahkan, unggahan tersebut menyebut adanya dugaan dominasi terhadap paket pekerjaan dengan nilai di bawah Rp3 miliar melalui sejumlah perusahaan yang berbeda.

Selain itu, beredar pula informasi yang belum terverifikasi mengenai adanya salah satu anggota POKJA yang disebut sering berkunjung ke kantor pihak yang dimaksud. Namun hingga saat ini, informasi tersebut belum disertai bukti maupun keterangan resmi dari pihak terkait.

Dalam narasi yang beredar, masyarakat juga meminta agar dilakukan audit secara menyeluruh terhadap proses pengadaan barang dan jasa apabila dugaan tersebut benar. Langkah itu dinilai penting untuk memastikan seluruh proses lelang berjalan secara transparan, adil, kompetitif, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak BARJAS, POKJA, maupun instansi pemerintah terkait mengenai isi unggahan tersebut. Oleh karena itu, informasi yang beredar masih sebatas dugaan dan memerlukan pembuktian melalui proses klarifikasi serta penyelidikan oleh pihak yang berwenang.

Masyarakat diimbau untuk tidak terburu-buru menyimpulkan kebenaran informasi yang beredar dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sampai terdapat hasil pemeriksaan atau keputusan resmi dari aparat maupun lembaga yang berwenang.

(Kabiro parida)

Posting Komentar

0 Komentar