Proyek Revitalisasi SDN Tegal Sawah II Disorot, Diduga Ada Ketidaksesuaian Spesifikasi Teknis‎


‎KARAWANG – Pelaksanaan proyek revitalisasi dan rehabilitasi ruang kelas di SDN Tegal Sawah II menjadi sorotan. Berdasarkan hasil pantauan di lokasi pada Rabu, 16 September 2026 sekitar pukul 15.00 WIB, tim Media Versit News dan Media Jurnal Rakyat menemukan sejumlah hal yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan.
‎Pantauan tersebut dilakukan terhadap sejumlah bagian pekerjaan konstruksi, khususnya pada struktur pondasi dan pekerjaan beton. Temuan di lapangan selanjutnya diharapkan dapat menjadi perhatian pihak terkait untuk dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi secara teknis.

‎Adapun beberapa dugaan ketidaksesuaian yang ditemukan antara lain:
‎1.Urugan pasir pada bawah pondasi batu kali diduga tidak dikerjakan dengan ketebalan sekitar 5 sentimeter sebagaimana yang dipersyaratkan dalam spesifikasi pekerjaan.
‎2.Lapisan batu kosong atau aanstamping di bawah pasangan pondasi batu kali diduga tidak terpasang dengan ketebalan sekitar 10 sentimeter.
‎3.Pasangan pondasi batu kali di sejumlah bagian terlihat terdapat celah atau bagian yang diduga kurang padat, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pelaksanaan pasangan pondasi.
‎4.Pada pekerjaan balok beton atau sloof, bagian bawahnya diduga tidak dilengkapi dengan lantai kerja sebagaimana yang tercantum dalam ketentuan teknis pekerjaan.
‎5.Kedalaman galian pondasi cakar ayam K1/P1 juga menjadi sorotan. Berdasarkan informasi gambar teknis yang menjadi acuan, kedalaman pondasi disebut mencapai sekitar 2,20 meter. Namun, berdasarkan hasil pantauan di lapangan, kedalaman galian yang terlihat diduga hanya sekitar 1,50 meter.
‎Perbedaan antara gambar rencana dengan kondisi pekerjaan di lapangan tersebut dinilai perlu mendapatkan penjelasan dari pihak pelaksana maupun pengawas proyek, mengingat kedalaman dan konstruksi pondasi merupakan bagian penting dalam menentukan kekuatan serta keamanan bangunan.
‎Selain persoalan teknis, papan informasi proyek juga menjadi perhatian. Papan informasi yang semestinya dapat diakses dan dibaca oleh masyarakat sebagai bentuk keterbukaan informasi publik, berdasarkan pantauan justru ditempatkan di dalam ruang kelas.
‎Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi pelaksanaan proyek, terutama terkait informasi mengenai sumber anggaran, nilai pekerjaan, pelaksana, waktu pelaksanaan, serta spesifikasi pekerjaan yang seharusnya dapat diketahui masyarakat.
‎Atas temuan tersebut, pihak terkait diharapkan melakukan verifikasi dan pemeriksaan teknis secara menyeluruh untuk memastikan apakah pelaksanaan pekerjaan telah sesuai dengan gambar kerja, spesifikasi teknis, serta ketentuan kontrak.
‎Media Versit News dan Media Jurnal Rakyat juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak pelaksana proyek, konsultan pengawas, maupun instansi terkait agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat berimbang dan sesuai dengan fakta di lapangan.
‎Hingga berita ini disusun, dugaan ketidaksesuaian tersebut masih memerlukan klarifikasi serta pembuktian teknis dari pihak yang berwenang.

Gmblung

Posting Komentar

0 Komentar