PEKANBARU — Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Sabtu, 3 Oktober 2026, genap 40 hari wafatnya Dr. Emdahril Mukhtar, Sp.OG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang dikenal sebagai salah satu putra terbaik Riau.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega sejawat, termasuk lingkungan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), para pasien, serta masyarakat yang selama ini mengenal kiprah dan pengabdiannya di bidang kesehatan.
Untuk mengenang 40 hari wafatnya almarhum, keluarga bersama sahabat dan kolega menggelar Majelis Tahlil, doa, dan tausiyah. Kegiatan tersebut diisi oleh Ustadz Andi Suheri Laoli, S.Pd.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Andi mengangkat tema "5 Alam Perjalanan Manusia: Alam Ruh, Alam Rahim, Alam Dunia, Alam Barzah, dan Alam Akhirat yang Kekal dan Abadi."
Ia menjelaskan bahwa kehidupan manusia merupakan perjalanan panjang yang tidak berhenti ketika seseorang meninggal dunia.
Pertama, Alam Ruh, yakni fase sebelum manusia dilahirkan ke dunia. Kedua, Alam Rahim, tempat manusia berada dalam kandungan sebelum dilahirkan.
Ketiga, Alam Dunia, tempat manusia menjalani kehidupan, memperoleh kesempatan berbuat baik, sekaligus menghadapi berbagai ujian. Dalam konteks tersebut, almarhum Dr.
Emdahril Mukhtar dikenang atas pengabdiannya sebagai dokter, suami, ayah, dan anggota masyarakat.
Keempat, Alam Barzah, yakni alam setelah kematian hingga datangnya hari kebangkitan. Dalam tausiyah tersebut, jamaah diajak untuk menjadikan kematian sebagai pengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT.
Kelima, Alam Akhirat, yang dalam ajaran Islam merupakan kehidupan kekal. Di alam tersebut, manusia akan mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya selama menjalani kehidupan di dunia.
Momentum 40 hari wafatnya almarhum juga menjadi kesempatan bagi keluarga dan para sahabat untuk mengenang keteladanan serta pengabdian yang telah diberikan semasa hidup.
Almarhum dikenal tidak hanya menjalankan profesinya sebagai dokter, tetapi juga mendedikasikan ilmu dan waktunya untuk membantu masyarakat. Pengabdian tersebut menjadi kenangan tersendiri bagi keluarga, kolega, maupun masyarakat yang pernah mendapatkan pelayanan dan pertolongannya.
Dalam kegiatan tersebut, jamaah juga diajak melakukan muhasabah bahwa kematian merupakan sesuatu yang pasti. Bekal manusia setelah meninggalkan dunia adalah amal kebaikan, ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah, serta doa dari keluarga dan orang-orang yang ditinggalkan.
Keluarga berharap doa yang dipanjatkan dalam peringatan 40 hari tersebut menjadi amal kebaikan bagi almarhum.
"Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf almarhum Dr. Emdahril Mukhtar, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya," demikian doa yang dipanjatkan keluarga.
Keluarga juga memohon agar Allah SWT memberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan.
(Udra)

0 Komentar