Cetak Generasi Terdidik, Unma Wisuda 855 Sarjana dan Magister, Siap Hadapi Tantangan Masa Depan


 Universitas Majalengka (Unma) resmi meluluskan sebanyak 855 mahasiswa yang terdiri dari jenjang Strata I (Sarjana) dan Strata II (Magister). Prosesi wisuda berlangsung di Auditorium Unma pada Sabtu, 17 Oktober 2026, dibagi menjadi dua sesi guna menjamin kelancaran dan kenyamanan pelaksanaan acara.
 
Ketua Panitia Wisuda sekaligus Wakil Rektor III Unma, Dr. Endi Rustandi, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan wisuda sarjana dan pascasarjana ini merupakan tradisi akademik perguruan tinggi yang bertujuan melantik kader-kader terdidik yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan tingginya. Penjelasan tersebut disampaikannya dalam keterangan pers pada Jumat, 16 Oktober 2026.
 
"Kegiatan wisuda terbagi dalam dua sesi pelaksanaan. Sesi pertama dimulai pukul 07.30 hingga 11.00 WIB, sedangkan sesi kedua berlangsung pukul 13.00 hingga 16.15 WIB," ungkap Endi.
 
Sesi pertama diikuti oleh 446 wisudawan yang berasal dari Program Pascasarjana dan Profesi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Pertanian, serta Fakultas Hukum (FH). Sementara itu, sesi kedua diikuti oleh 409 wisudawan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIB) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). 
Secara keseluruhan, total ada 855 orang yang resmi dikukuhkan sebagai lulusan Unma pada periode ini.
 
Wisuda sebagai Bukti Perjalanan Sejarah dan Kepercayaan Masyarakat
 
Rektor Universitas Majalengka, Dr. H. Otong Syuhada, S.H., M.H., menyatakan bahwa penyelenggaraan wisuda kali ini menjadi bagian berkelanjutan dari sejarah perguruan tinggi yang telah berdiri sebagai Universitas Majalengka sejak tahun 2006. Pencapaian ini, menurutnya, tidak terlepas dari kerja keras para pendiri, dukungan Pemerintah Daerah, serta kepercayaan masyarakat yang telah mempercayakan pendidikan tinggi putra-putrinya kepada Unma.
 
"Saya mengucapkan selamat atas gelar akademik yang berhasil saudara-saudara raih. Keberhasilan ini bukanlah sebuah garis akhir, akan tetapi merupakan gerbang transisi menuju pembuktian, tentang keabsahan ilmu yang telah saudara-saudara pelajari di ruang-ruang kelas dan laboratorium kampus," ujar Rektor Otong.
 
Lebih lanjut, Rektor menjelaskan bahwa secara epistemologis, prosesi wisuda adalah bentuk pengakuan formal atas kompetensi analitis, metodologis, dan konseptual yang telah dimiliki oleh para wisudawan. Namun di atas segalanya, terdapat beban moral ilmiah yang harus dijunjung tinggi.
 
"Di atas selembar ijazah yang saudara terima, terdapat beban moral ilmiah, untuk senantiasa mencari kebenaran berlandaskan fakta, objektivitas, dan integritas," pesan Rektor Otong kepada seluruh wisudawan.

(Feti Team)

Posting Komentar

0 Komentar