Respons Keluhan Warga, Kades Margahayu Rogoh Kocek Pribadi Semprot 4 Hektar Eceng Gondok di Situ Cibogo


SUBANG – Kepala Desa Margahayu, Ma’in Permana, S.Pd., mengambil langkah cepat (gercep) demi merespons keluhan warganya terkait kondisi Situ Cibogo yang mengalami kekeringan parah. Dampak dari menyusutnya air, seluruh area situ seluas 4 hektar yang berlokasi di Dusun Pangauban RT 003 RW 002, Desa Margahayu, Kecamatan Pagaden Barat, kini dipenuhi oleh rumput eceng gondok. Selasa (29/09/2026)

Kondisi tersebut sempat memicu kekhawatiran masyarakat sekitar karena area situ yang mendangkal dan dipenuhi tanaman liar menjadi sarang nyamuk serta binatang lainnya. Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Kepala Desa Margahayu bersama Ketua Kelompok Tani Desa Margahayu, H. Asep Hermawan, langsung meninjau lokasi bersama tim ahli Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) dari PT Maxsi.

Menariknya, aksi tanggap darurat penyemprotan lahan Situ Cibogo ini sama sekali tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), melainkan murni menggunakan dana pribadi dari kantong Kepala Desa sendiri.

"Penyemprotan eceng gondok seluas 4 hektar ini tidak mungkin kalau hanya dikerjakan secara gotong royong manual. Maka dari itu, kami mengundang ahli dengan menggunakan teknologi drone dari PT Maxsi agar pengerjaannya cepat selesai," ujar Kades Margahayu, Ma’in Permana.

Penyemprotan massal ini direncanakan bakal digelar pada hari Sabtu mendatang, bertepatan dengan momentum Acara Ruat Bumi Desa Margahayu. Aksi ini juga akan dikawal langsung oleh masyarakat setempat beserta Mantri Cai agar ke depannya proses pengerukan dan perbaikan situ menjadi lebih mudah.

Di lokasi yang sama, Ketua Kelompok Tani Desa Margahayu, H. Asep Hermawan, menyampaikan bahwa dampak kekeringan Situ Cibogo sangat memukul sektor pertanian. Terlebih, situ ini merupakan kantong air vital yang menjadi sumber irigasi bagi tiga desa tetangga, yaitu Desa Munjul, Desa Neglasari, dan Desa Gambarsari.

"Desa Margahayu hanya memiliki lokasinya saja, namun manfaat airnya dirasakan oleh tiga desa lainnya. Kami sangat berterima kasih atas tindakan nyata Pak Kades yang rela mengorbankan gajinya demi kepentingan petani dan warga," kata Asep.

Terkait solusi jangka panjang, Pemerintah Desa Margahayu mengonfirmasi telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Mengingat arah kebijakan anggaran Gubernur tahun ini difokuskan penuh pada infrastruktur jalan, program normalisasi Situ Cibogo oleh BBWS baru direncanakan terealisasi pada tahun 2027.

Menunggu waktu normalisasi tersebut, Ma’in Permana mengimbau dan mengajak Kepala Desa Munjul, Desa Neglasari, dan Desa Gambarsari untuk secepatnya berkolaborasi. Kerja sama antardesa sangat dibutuhkan untuk melakukan pengamanan di sejumlah titik rawan guna mencegah kebocoran volume air yang bisa memicu kerusakan lebih parah pada tembok irigasi.

Reporter.        : Ujang Suryana.

Posting Komentar

0 Komentar