KARAWANG -_ Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah resmi mengumumkan susunan lengkap kepengurusan Masa Khidmat 2026-2031. Sebanyak kurang lebih 210 pengurus terbaik dari seluruh Indonesia terpilih untuk mewujudkan pemerataan dan keseimbangan lintas generasi di tubuh organisasi Islam terbesar di dunia.
Kabar membanggakan datang untuk Kabupaten Karawang. Salah satu putra terbaiknya, tokoh ulama kharismatik yang akrab disapa _Abuya KHR Ade Fatahillah_, resmi mendapatkan amanah sebagai _A'wan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)_.
Terpilihnya beliau menjadi puncak dari pengabdian panjang di Nahdlatul Ulama. Abuya KHR Ade Fatahillah merintis dari bawah, pernah mengemban amanah sebagai _Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Karawang_, kemudian dipercaya sebagai _Katib Syuriyah PWNU Jawa Barat_, dan kini diamanahi sebagai A'wan di tingkat pusat.
A'wan sendiri dalam struktur Syuriyah PBNU adalah jajaran ulama yang bertugas sebagai _Pembantu Pelayan Rais Aam dan jajaran Syuriyah dalam mengawal keagamaan, menjadi khadim (pelayan) umat dalam menjaga marwah Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah.
Pimpinan Pondok Pesantren Al Hijaz Karawang ini tampak senyum ceria dengan wajah penuh optimisme saat dikonfirmasi awak media.
"Ini adalah amanah besar dari para Masyayikh dan jam'iyah. Saya sebagai pembantu pelayan jam'iyah siap mengemban amanah ini untuk memajukan organisasi Nahdlatul Ulama, menjaga marwah Aswaja An-Nahdliyah, serta menguatkan peran pesantren," ujar Abuya KHR Ade Fatahillah.
Kehadiran beliau di PBNU dinilai strategis. Sebagai ulama yang dekat dengan akar rumput dan memiliki jaringan luas di Jawa Barat, beliau diharapkan mampu menjadi jembatan kebijakan pusat dengan kebutuhan warga Nahdliyin di daerah.
Karawang wajib berbangga karena memiliki perwakilan ulama di Pengurus Pusat PBNU. Ini menjadi bukti bahwa kader NU Karawang memiliki kapasitas untuk berkiprah di level nasional.
Selamat dan sukses untuk Abuya KHR Ade Fatahillah sebagai A'wan PBNU 2026-2031. Semoga membawa keberkahan untuk umat.

0 Komentar